Sarahsehan "Estetika dan Politik dalam Perspektif Kesenian"

03 نيسان/أبريل 2022

 

Teater Zenith - Gelar Sarahsehan dengan tema "Estetika dan Politik dalam Perspektif Kesenian". Narasumber yang sangat luar biasa yaitu Kak Jakfar Sidik, beliau seniman sekaligus Ketua DPD NasDem Pekalongan dan di moderatori Kak Isnaeni Rukhullah Khumaini anggota DPRD Kota Pekalongan, Sabtu malam (19/3).

 

Dalam paparannya, Kak Jakfar Sidik menjelaskan bagaimana keterkaitan seni dengan politik dalam sejarah Indonesia. Bahwa politik dalam perspektif seni, menurut Kak Jakfar Sidik, bukan melulu soal partai politik bukan pula soal pemilu. Akan tetapi keduanya menjadi alat untuk menggerakkan sebuah perubahan.

 

"Bagaimana cara kita menyikapi orang awam terhadap kesalahan sistem dari kota tersebut? Bagaimana cara kita memberitahu orang awam bahwa itu salah?" Sebuah pertanyaan dari Agung Saputra (TU). "Untuk melakukan kritik/perubahan perlu Pengetahuan untuk transfer, Menyampaikan fakta/realitas Orang pura-pura tidak tahu karena tidak berani, karakter yang tidak tahu sama sekali lebih mudah dikuasai. Dalam konteks gerakan sosial tugas paling berat yaitu melakukan penyadaran secara terus menerus. Memberikan dia pemahaman dengan bahasa yang sederhana dan sampaikan faktanya secara real. Ilmu yang paling bagus untuk menyadarkan orang dengan menyampaikan secara terus menerus sehingga dapat merubah pola pikir." Terang Kak Jakfar Sidiq.

 

"Harapan saya teman-teman mahasiswa semakin terbuka wawasannya dan mendapatkan pencerahan dari pemaparan Kak Jakfar Sidik. Tadi telah dipaparkan bagaimana hubungan seni dengan politik, bahkan pencampuran keduanya yang bisa menjadi alat untuk melakukan perubahan,” pungkas Kak Isnaeni. Di kesempatan yang sama Kak Isnaini Rukhullah Khumaini menambahkan bahwa mahasiswa tidak perlu alergi terhadap politik karena pada kenyataannya percampuran keduanya mampu melahirkan perubahan.

 

Orang seni mempunyai politik lebih tajam daripada orang akademis. Orang seni tidak boleh dipandang sebelah mata sebenarnya. “Gimana cara yg paling bisa diterapkan dalam kesenian terkait politik dimana kesenian bisa berjalan dengan kegiatan politik yang dianggap tidak berpihak dalam kesenian?” pertanyaan dari Pena (DTZ), langsung ditanggapi oleh Kak Jakfar "Bahwa Indonesia lahir dari studi club. Politik dalam konteks ini bisa mendiskusikan banyak hal tidak hanya soal politik. Dalam aktivitas ini dibutuhkan pengetahuan yang tidak kita dapatkan dalam kelas. Membicarakan apa saja dan yang paling penting jangan alergi dengan politik. Semua yang dibicarakan dalam proses kehidupan lahir dari proses kebijakan politik, politik secara sederhana mengurus kehidupan dari manusia lahir sampai mati. Yang membuat orang seni lebih hebat dari orang lain karena lebih gila." Pungkas Kak Jakfar.

 

Di akhir kegiatan sarahsehan dengan motto Berproses Selama-lamanya dan Menggali Ide Kreatif Sedalam-dalamnya. Ketua Umum Teater Zenith berkomentar. "Di era yang modern ini, seni dan politik saling berkesinambungan. Politik adalah seni untuk mencipta keseimbangan tatanan. Seni pada umumnya diproduksi dan dikonsumsi sebagai hiburan. Akan tetapi, pada situasi tertentu, seni juga bisa digunakan sebagai alat pergerakan, perlawanan, dan pembebasan politik." Pungkasnya.

 

 

 

 

  • Social network:
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree