Workshop Artistik 2022

09 نيسان/أبريل 2022

Teater Zenith - Telah dilaksanakannya Workshop Artistik yang bertajuk "CLIPA". Workshop ini diselenggarakan selama tiga hari, dimulai pada hari Jum'at (18/03/2022) sampai dengan hari Minggu (20/03/2022) di Auditorium IAIN Pekalongan. Pada workshop artistik ini, UKM Teater Zenith mendatangkan pelukis serta seniman Pekalongan yang karyanya telah melanglang buana ke berbagai kota dan juga aktif menjadi seniman dalam beberapa pertunjukan seni, beliau adalah Tamakun. 

 

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Dr. H. Muhlisin, M. Ag. selaku Wakil Rektor III. Kegiatan ini diikuti 30 peserta, salah satunya dari SMK dan universitas.

 

Pemateri Workshop Artistik, Tamakun menjelaskan kegelisahannya tentang penataan Artistik Pekalongan. Menurutnya artistik maupun seni jarang di minati oleh anak-anak jaman sekarang. Dan para seniman teater atau penata artistik tidak mendapatkan ilmu tentang tata artistik yang memadai sampai ke unsur terkecil. Seharusnya dibutuhkan kerja sama antara seni rupa dan seni pertunjukan untuk menciptakan satu kesatuan pertunjukan yang kompleks. Namun itu tidak terjadi. 

 

Pemateri tidak sendiri pada hari kedua, beliau ditemani seniman Pekalongan yaitu Sidik An Naja. Menurut Sidik An Maka, sekarang kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangan, apa-apa tidak percaya sama teman-teman yang lain begitu pula dengan artistik yang mempunyai banyak unsur dan tentunya harus dengan ketentuan sutradara. Menilai Artistik itu harus dilihat terlebih dahulu jika artistiknya realis jangan disamakan dengan surealis, karena jalannya beda walaupun sama-sama artistik juga jangan dicampur-campur kecuali jika ingin bereksperimen. Artistik itu adalah jembatan untuk penonton dari pementasan itu kalau misal dalam seni peran itu adalah pendukung. Di jaman sekarang mengapa teater sedikit minat yang tertarik? Karena itu kesalahan dari kitanya, yang mendokumentasikannya tidak bagus, kurang menarik gitu, kita sebagai penggiat seni harus mempopulerkan teater mendokumentasikannya dengan baik. Teater sekarang harus lebih populer, makanya sekarang sudah ada Opera teater. Ujar Sidik An Naja. 

Berarti kita harus melihat dari mana sisinya dulu. Misalkan kita mau ke desa-desa itu jangan menggarap yang aneh-aneh. Garapanya harus sesuai dengan yang bisa dinikmati orang-orang di desa. Dan biasanya kalau pentas di desa-desa juga tidak terdengar suaranya, itu karena banyak hal yang belum di perhatikan, dan nanti kita pelajari. Ujar Tamakun. 

 

Pemateri, Tamakun lebih ke berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang unsur-unsur dasar artistik. Peserta workshop diajak mempraktekkan banyak hal. Tamakun menerangkan, sebelum jauh ke dalam bahasa tata artistik. Hal yang perlu penata artistik cermati adalah ruang. Penata artistik harus peka terhadap ruang. Pembacaan terhadap ruang tersebutlah yang terkadang terlupakan dalam proses penciptaan artistik. Setelah penata artistik membaca ruang kemudian memahaminya. Barulah kerja yang paling penting dalam tata artistik adalah mengeksekusi ruang.

 

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat membantu dan mempersiapkan para anggota Teater Zenith untuk pementasaan yang akan datang sehingga mereka tidak “kaget” dan tidak bingung lagi dengan artistik yang akan mereka pilih nantinya.

 

  • Social network:
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree